
Daftar isi
Pernah membuka lemari dan mencium bau apek dari mukena yang jarang dipakai? Atau menarik hijab dari tumpukan dan mendapati lipatannya sudah mengeras dan kusut? Itu bukan karena bahannya jelek. Hampir selalu penyebabnya cara menyimpan. Kain, terutama yang halus, sangat peka terhadap lembap, tekanan, dan debu.
Kabar baiknya, memperbaiki cara menyimpan itu murah dan tidak makan waktu. Berikut urutan yang bisa kamu terapkan mulai hari ini.
Pastikan benar-benar kering sebelum disimpan
Ini langkah paling penting dan paling sering dilewatkan. Mukena atau hijab yang terasa kering di permukaan belum tentu kering sampai ke bagian lipatan. Sisa lembap yang terperangkap di lemari tertutup adalah sumber utama bau apek dan bercak jamur.
Cara yang aman: setelah dijemur, biarkan kain di tempat teduh yang berangin beberapa jam lagi sebelum dilipat. Raba bagian paling tebal, seperti jahitan, tepi, dan sambungan, apakah masih terasa dingin atau lembap. Kalau masih dingin, belum waktunya masuk lemari.
Hindari menjemur terlalu lama di bawah terik matahari, terutama untuk mukena putih atau berwarna muda. Panas yang berlebihan bisa membuat warna memudar dan serat menjadi kaku. Angin dan tempat teduh biasanya cukup.
Setrika atau rapikan dulu, tapi jangan berlebihan
Kain yang disimpan dalam keadaan kusut akan sulit dirapikan. Kalau bahannya memungkinkan, setrika dengan suhu rendah sesuai label sebelum dilipat. Untuk bahan halus seperti satin atau sutra imitasi, gunakan alas kain tipis agar tidak mengilap atau terbakar.
Kalau tidak sempat menyetrika, lipat rapi saat masih sedikit hangat dari angin. Tarik pelan sisi-sisinya supaya rata, lalu lipat mengikuti garis alami kain. Jangan melipat terlalu kecil atau terlalu keras karena lipatan tajam sulit hilang.
Cara melipat yang tidak merusak
Untuk mukena, ada dua pendekatan yang praktis. Mukena terusan dilipat memanjang dua kali, lalu digulung longgar atau dilipat menjadi persegi panjang. Mukena dua potong dilipat terpisah, atasan dan bawahan, lalu disimpan berdampingan agar tidak tertukar.
Untuk hijab segi empat, lipat menjadi empat bagian, lalu gulung atau tumpuk dengan susunan yang tidak menekan. Untuk pashmina, lipat memanjang kemudian lipat lagi menjadi bagian kecil, atau gantung di gantungan khusus. Untuk hijab instan, simpan dengan bentuk aslinya agar tidak melar. Soal memilih hijab instan, lihat panduan hijab instan untuk pemula.
Satu prinsip yang berlaku untuk semuanya: jangan menumpuk terlalu tinggi. Tumpukan yang berat menekan lapisan bawah sehingga lipatannya mengeras dan kainnya kehilangan jatuhnya.
Pilih tempat yang tepat
Tempat penyimpanan sama pentingnya dengan cara melipat. Lemari yang terlalu lembap, dekat kamar mandi, atau berada di dinding yang sering basah akan mempercepat bau apek. Pilih bagian lemari yang kering dan memiliki sirkulasi udara. Beri jarak sedikit antar tumpukan agar udara tetap bergerak.
Kalau rumahmu cenderung lembap, taruh penyerap kelembapan di dalam lemari. Pilihan sederhana antara lain silica gel, kantong berisi arang, atau pengharum lemari yang dirancang untuk menyerap uap. Ganti secara berkala sesuai petunjuk produk.
Jangan menyimpan kain dalam kantong plastik yang tertutup rapat dalam waktu lama. Plastik menahan lembap dan bisa membuat kain menguning atau berbau. Lebih baik gunakan kantong kain katun, pouch berbahan jaring, atau kotak dengan lubang udara.
Untuk mukena putih: cegah menguning
Mukena putih memang cantik tapi mudah menguning kalau disimpan dengan cara yang salah. Beberapa penyebab umum adalah sisa deterjen yang tidak terbilas bersih, lembap yang terperangkap, kontak langsung dengan kertas atau bahan berwarna, serta penyimpanan yang terkena cahaya terik terus-menerus.
Pastikan bilasan terakhir benar-benar bersih. Simpan di tempat gelap dan kering. Kalau ingin menggunakan pembungkus, pilih kain katun putih bersih atau kertas bebas asam yang aman untuk tekstil. Langkah perawatan lengkapnya ada di panduan mencuci mukena putih agar tidak kuning.
Pengharum yang aman untuk kain
Banyak orang tergoda memakai parfum atau pengharum semprot langsung pada kain. Hati-hati, beberapa produk bisa meninggalkan noda atau mengubah warna. Cara yang lebih aman adalah memberi pengharum di sekitar kain, bukan pada kain.
Beberapa pilihan: kantong kecil berisi bunga kering atau kayu aromatik yang ditaruh di sela tumpukan, sabun batang yang masih terbungkus, atau pengharum lemari yang digantung. Hindari minyak wangi yang bersentuhan langsung dengan kain mukena karena kain ini dipakai untuk ibadah dan sering bersentuhan dengan wajah. Pilih aroma yang lembut agar tidak mengganggu.
Cek berkala, jangan hanya simpan lalu lupa
Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kondisi kain. Setiap beberapa minggu, buka lemari dan keluarkan kain yang jarang dipakai. Anginkan sebentar, lihat apakah ada bau atau bercak, lalu simpan kembali. Ganti lipatan sesekali agar bagian yang sama tidak terus tertekan. Untuk cara mencuci yang tepat sebelum disimpan, baca panduan merawat gamis dan hijab.
Pakai bergantian juga membantu. Jangan hanya memakai satu atau dua mukena favorit sementara yang lain tidak pernah disentuh. Kain yang jarang dipakai justru lebih rawan berbau dan kaku.
Setelah musim hujan atau perjalanan panjang, keluarkan semua mukena dan hijab dari lemari, lalu angin-anginkan di tempat teduh sekitar satu jam sebelum dilipat ulang. Kebiasaan sederhana ini mencegah bau apek menetap, dan membantumu menemukan kain yang mulai berjamur sebelum menular ke yang lain.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa lama mukena atau hijab boleh disimpan tanpa dipakai?
Tidak ada batas pasti. Yang penting kondisinya kering, tidak tertekan tumpukan berat, dan dicek berkala beberapa minggu sekali.
Apakah boleh menyimpan mukena di kantong plastik?
Sebaiknya tidak untuk waktu lama. Plastik menahan lembap dan bisa membuat kain menguning atau berbau. Pilih kantong kain katun atau pouch berbahan jaring.
Apa yang bisa dipakai supaya lemari tidak lembap?
Silica gel, kantong berisi arang, atau pengharum lemari penyerap uap. Ganti secara berkala sesuai petunjuk produk.
Bolehkah menyemprot parfum langsung ke mukena?
Sebaiknya tidak. Beberapa produk bisa meninggalkan noda atau mengubah warna. Taruh pengharum di sekitar kain, bukan pada kain.
Ringkasannya
Kunci menyimpan mukena dan hijab ada pada empat hal: kering sempurna, lipatan yang tidak menekan, tempat yang kering dan berventilasi, serta pengecekan berkala. Hindari plastik tertutup dan pengharum yang menempel langsung pada kain. Dengan kebiasaan ini, kain akan lebih awet, tidak apek, dan tetap nyaman dipakai.
Kalau kamu sedang mencari mukena atau hijab baru yang mudah dirawat, lihat cara memilih mukena untuk rumah dan travel, rekomendasi di bawah artikel ini, atau tanyakan lewat WhatsApp. Harga dan ketersediaan di marketplace bisa berubah, jadi cek ulang sebelum membeli.