
Daftar isi
- Kenapa tarawih lebih menuntut daripada salat biasa
- Bahan yang adem dan bahan yang licin
- Terusan atau dua potong
- Menguji ukuran di rumah, bukan di toko
- Putih atau berwarna
- Beli baru atau pakai yang lama
- Merawat mukena yang dipakai hampir tiap malam
- Mukena untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia
- Anak perempuan yang mulai ikut tarawih
- Soal aroma dan kebersihan di masjid yang ramai
- Mukena bagus tidak selalu mahal
- Menyiapkan tas tarawih yang selalu siap
- Pertanyaan yang sering muncul
- Satu saran terakhir sebelum Ramadan datang
Mukena tarawih yang nyaman punya tiga ciri sederhana: adem, tidak licin, dan tidak gampang kusut. Untuk kebanyakan orang, itu berarti katun atau rayon tipis, atau parasut yang kualitasnya bagus, dengan model terusan yang praktis dipakai dan dilepas di sela-sela rakaat.
Tarawih memang berbeda dari salat biasa. Kamu berdiri lama, ruangan penuh, shaf rapat, dan setelah salat masih ada tadarus atau mengobrol di teras masjid. Mukena yang enak untuk salat lima menit belum tentu nyaman dipakai satu jam lebih. Ramadan 2027 diperkirakan mulai sekitar 8 Februari menurut prediksi versi BRIN, jadi kalau mau membeli yang bagus tanpa terburu-buru, sekarang waktunya.
Kenapa tarawih lebih menuntut daripada salat biasa
Jumlah rakaat tarawih di Indonesia ada yang delapan dan ada yang dua puluh. NU Online menjelaskan bahwa tidak ada keterangan eksplisit dari hadis Nabi soal jumlahnya, dan perbedaan itu dipandang sebagai soal keutamaan, bukan soal benar atau salah. Buat urusan mukena, artinya satu hal. Lamanya kamu berada di dalam mukena sangat bergantung pada masjid tempatmu tarawih. Di satu masjid bisa selesai kurang dari satu jam, di masjid lain bisa jauh lebih lama.
Selain durasi, ruangannya juga berbeda. Kamu salat di antara jamaah lain, jadi mukena yang melebar atau licin gampang tertarik dan bergeser. Gerakannya pun bolak-balik, berdiri, rukuk, sujud, dan duduk, sehingga tali atau karet kepala yang terlalu ketat akan terasa mengganggu setelah beberapa rakaat. Ditambah lagi mukena harus dibawa dari rumah ke masjid, jadi sebaiknya bisa dilipat kecil dan tidak mudah lecek.
Kalau kamu sudah punya mukena untuk di rumah, jangan buru-buru membeli lagi. Baca dulu panduan memilih mukena untuk di rumah dan bepergian supaya tidak membeli dua kali.
Bahan yang adem dan bahan yang licin
Katun adem dan menyerap keringat, itu alasan kenapa banyak orang menyukainya. Kekurangannya, katun gampang kusut dan bisa menyusut setelah dicuci pertama kali. Rayon jatuhnya lembut dan sama-sama adem, tapi sebagian rayon tipis bisa terlihat menerawang dan kusut kalau dicuci kasar.
Parasut ringan dan tidak mudah kusut, makanya populer untuk dibawa bepergian. Tapi permukaannya bisa licin di atas lantai atau sajadah, dan kalau bahannya tipis serta rapat, rasanya bisa panas. Satin terlihat mewah dan mengkilap, namun licin dan panas, jadi kurang cocok untuk tarawih yang lama.
Saran kami, kalau masjid tempatmu tarawih ber-AC atau cukup dingin, parasut ringan masih nyaman dipakai. Kalau masjidnya terbuka dan sering panas, katun atau rayon tipis jauh lebih aman. Penjelasan umum soal karakter kain bisa kamu baca di artikel jenis bahan hijab, karena banyak bahannya sama.
Terusan atau dua potong
Model terusan sangat praktis. Kamu tinggal mengenakannya dari atas dan tidak ada rok yang perlu diikat. Cocok untuk yang sering terburu-buru atau membawa anak ke masjid.
Model dua potong, yaitu atasan dan rok, lebih mudah disesuaikan ukurannya dan biasanya lebih adem karena bisa dipakai terpisah. Kekurangannya, kamu harus memastikan rok tidak melorot saat sujud. Untuk tarawih, kami cenderung menyarankan model terusan dengan tali atau karet yang bisa diatur.
Menguji ukuran di rumah, bukan di toko
Panjang dan lebar mukena tidak bisa dibandingkan hanya dari angka, karena tinggi dan kebiasaan salat setiap orang berbeda. Cara paling jujur adalah mencobanya di rumah.
Pakai mukenanya lalu berdiri, dan pastikan ujung bawahnya tidak terinjak. Setelah itu sujud dan duduk tahiyat, lalu lihat apakah bagian yang ingin kamu tutup tetap tertutup sesuai pegangan yang kamu ikuti. Angkat tangan seperti saat takbir, dan pastikan tali kepala tidak menarik atau terasa ketat.
Lakukan juga tes cahaya: arahkan senter HP dari belakang kain, seperti yang dijelaskan di panduan memilih mukena untuk di rumah dan bepergian. Masjid biasanya terang, jadi kalau bayangan badanmu terlihat jelas, bahan itu terlalu tipis untuk tarawih.
Kalau kamu membeli online, tanyakan panjang dan lebar mukena dalam sentimeter lewat chat, lalu bandingkan dengan mukena lama yang sudah pas. Cara membaca ulasan dan tabel ukurannya dibahas di panduan belanja gamis online aman di Shopee.
Putih atau berwarna
Keduanya sama-sama sah. Putih terlihat bersih dan menenangkan, tapi noda lebih cepat terlihat. Warna lembut seperti krem, abu muda, atau lilac lebih praktis untuk dipakai berulang, terutama kalau kamu hanya punya satu mukena untuk seluruh Ramadan.
Untuk bordir, boleh saja, tapi bordir tebal membuat mukena lebih berat dan lebih panas. Kalau dipakai tarawih, bordir tipis di pinggiran saja sudah cukup.
Beli baru atau pakai yang lama
Jangan membeli mukena baru hanya karena Ramadan. Coba dulu mukena lamamu dengan tes tadi. Kalau lolos semua, kamu cukup menyiapkan satu mukena cadangan.
Beli baru kalau salah satu hal ini terjadi, yaitu bahannya sudah menipis dan menerawang, karetnya melar sehingga mukena sering melorot, atau kamu merasa gerah setiap kali memakainya lebih dari dua puluh menit.
Merawat mukena yang dipakai hampir tiap malam
Kalau dipakai setiap malam selama sebulan, mukena butuh perawatan yang berbeda dari mukena yang jarang dipakai. Balik dulu bagian dalamnya sebelum dicuci supaya bordir dan permukaan luarnya tidak cepat rusak. Rendam sebentar dengan deterjen lembut, jangan diperas keras dan jangan disikat.
Jemur di tempat teduh yang berangin. Sinar matahari langsung bisa membuat warna cepat pudar, terutama warna lembut. Kalau perlu disetrika, gunakan suhu rendah atau uap, dan cek label bahan karena parasut dan satin tidak tahan panas tinggi.
Kalau kamu salat tarawih hampir setiap malam, bawa dua mukena dan gantian dicuci. Mukena yang menyerap keringat setiap malam gampang berbau kalau tidak diganti. Siapkan juga pouch beresleting supaya mukena tidak lecek di dalam tas, dan sajadah lipat tipis yang tidak licin. Soal sajadah, kamu bisa baca cara memilih sajadah yang nyaman.
Mukena untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia
Tarawih yang panjang membuat kebutuhan tiap orang terasa lebih berbeda. Ibu hamil yang berdiri lama perlu mukena yang tidak menekan perut dan ringan di bahu, sedangkan pilihan bahan dan modelnya dibahas di panduan memilih mukena untuk di rumah dan bepergian. Ibu menyusui kadang harus keluar dari shaf sebentar untuk menenangkan bayi, jadi mukena terusan yang cepat dipakai dan dilepas paling praktis.
Untuk lansia, hal yang paling penting adalah bobot dan kemudahan memakainya. Mukena yang berat atau punya banyak lapisan bisa melelahkan, apalagi kalau tarawihnya panjang. Pilih yang ringan, dengan karet atau tali yang tidak mengikat, dan pastikan panjangnya tidak membuat mudah tersandung saat berdiri atau berjalan menuju shaf.
Anak perempuan yang mulai ikut tarawih
Banyak anak mulai ikut tarawih ke masjid di usia sekolah. Karena salatnya panjang dan mereka mudah bergerak, pilih mukena yang tidak mudah terinjak atau tersingkap dan yang bisa dipakai sendiri tanpa bantuan. Pertimbangan ukuran dan bahannya ada di cara memilih mukena anak.
Soal aroma dan kebersihan di masjid yang ramai
Masjid saat tarawih bisa sangat padat, dan aroma yang menyengat terasa lebih mengganggu di ruangan yang tertutup. Hindari parfum berlebihan pada mukena, dan pilih pewangi pakaian yang ringan atau tidak berbau tajam. Yang lebih penting lagi, pastikan mukena benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan di pouch. Mukena yang disimpan setengah lembap akan berbau apek, dan bau itu menempel lebih lama dari yang kita kira.
Mukena bagus tidak selalu mahal
Harga yang tinggi tidak otomatis berarti mukena itu nyaman. Banyak mukena mahal lebih banyak membayar bordir dan merek, padahal kenyamanan sebenarnya ditentukan oleh bahan, potongan, dan jahitannya. Perhatikan jahitan di bagian kepala dan tali, karena di situlah mukena paling sering rusak. Kalau jahitannya rapi, bahannya adem, dan potongannya pas, mukena dengan harga yang wajar sudah lebih dari cukup untuk tarawih sebulan penuh. Sisihkan sisa budget untuk mukena cadangan dan pouch, karena dua hal itu lebih menolong kenyamananmu di malam kesepuluh daripada bordir yang indah.
Menyiapkan tas tarawih yang selalu siap
Cara paling gampang supaya tarawih tidak ribet adalah menyiapkan satu tas khusus yang isinya selalu lengkap, sehingga kamu tinggal mengambilnya saat berangkat. Isinya cukup mukena cadangan di dalam pouch, sajadah lipat tipis, tisu, dan satu kantong plastik kecil untuk menaruh sandal atau barang basah. Kalau kamu sering membawa anak, tambahkan botol minum kecil dan satu lap kecil.
Simpan tas itu di dekat pintu supaya tidak perlu mencari-cari. Setiap pulang, keluarkan mukena yang dipakai, gantung sebentar agar anginnya masuk, lalu masukkan yang bersih kembali ke dalam pouch. Kebiasaan sederhana ini membuat kamu tidak pernah kelabakan mencari mukena yang masih lembap lima menit sebelum azan isya.
Kalau kamu ingin menyiapkan seluruh Ramadan sekaligus, baca juga panduan persiapan Ramadan untuk muslimah yang membahas kesehatan, ibadah, anggaran, dan perlengkapan.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana kalau tarawih di rumah?
Kamu bebas memilih bahan yang paling nyaman, termasuk yang lebih tebal. Tidak perlu membeli mukena khusus kalau yang kamu punya sudah enak dipakai.
Mukena travel boleh dipakai untuk tarawih?
Boleh, selama bahannya tidak licin dan cukup nyaman dipakai lama. Mukena travel biasanya ringan dan mudah dilipat, jadi praktis dibawa ke masjid. Pembahasan lebih lengkap ada di panduan mukena travel untuk umroh.
Berapa mukena yang ideal untuk satu bulan Ramadan?
Dua sudah cukup, satu dipakai dan satu dicuci atau dijemur.
Satu saran terakhir sebelum Ramadan datang
Jangan menunggu minggu terakhir Syaban untuk membeli atau memeriksa mukena. Pada waktu itu stok bahan yang bagus biasanya sudah menipis, dan kamu tidak sempat mencuci dan mencoba sebelum malam pertama tarawih. Lebih baik membeli sekarang, mencucinya sekali untuk melihat apakah menyusut atau luntur, lalu mencobanya dengan tes yang tadi. Dengan begitu, di malam pertama tarawih kamu cukup berangkat dan fokus beribadah, bukan sibuk membenarkan mukena yang melorot.
Kalau ingin melihat pilihan lain, semua rekomendasi mukena ada di kategori Mukena.