
Daftar isi
- Cara mengenali wajah bulat
- Prinsip pertama: jangan terlalu rapat
- Hijab segi empat dengan simpul di leher
- Gaya berlapis dan sisakan ruang di dahi
- Ciput: jangan menutup dahi
- Bahan: jatuh dan tidak terlalu tebal
- Motif: tidak ada aturan baku
- Warna yang membantu
- Kesalahan yang sering terjadi
- Mencoba di rumah dengan cermin dan kamera
- Contoh gaya untuk kegiatan sehari-hari
- Hijab instan dan bergo untuk wajah bulat
- Kacamata dan hijab
- Aksesoris: bros dan jarum pentul
- Mengubah gaya secara bertahap
- Pertanyaan yang sering muncul
- Cara mencoba sendiri
Untuk wajah bulat, pilih hijab yang longgar atau berlapis, jangan menarik kain terlalu rapat di pipi, dan jangan menutup dahi dengan ciput. Hijab segi empat dengan sisa kain diikat di bagian leher juga sering disarankan karena memberi kesan dagu yang lebih tegas.
Perlu diingat satu hal sebelum masuk ke tips. Wajah bulat bukan masalah yang harus diperbaiki. Panduan di bawah ini hanya membantu kamu memilih gaya yang membingkai wajah dengan cara yang kamu suka. Kalau kamu nyaman dengan gaya tertentu, itu sudah cukup menjadi alasan untuk memakainya.
Cara mengenali wajah bulat
Wajah bulat biasanya punya panjang dan lebar yang hampir sama, dengan pipi yang penuh dan garis rahang yang lembut. Cara gampang mengeceknya adalah memotret wajahmu dari depan dengan rambut ditarik ke belakang atau tertutup. Perhatikan apakah tinggi wajah dari dahi sampai dagu hampir sama dengan lebar di bagian pipi.
Kalau masih ragu, jangan terlalu pusing. Banyak orang punya bentuk wajah campuran, dan panduan ini bisa dipakai sebagai titik awal untuk bereksperimen, bukan aturan mutlak.
Prinsip pertama: jangan terlalu rapat
Tirto menyarankan wanita berwajah bulat untuk tidak memakai hijab yang terlalu ketat. Gaya clean hijab, misalnya, justru menegaskan bentuk wajah dan membuat pipi terlihat lebih berisi. Sebagai gantinya, pilih kerudung yang longgar atau berlapis supaya wajah terlihat lebih oval.
Fimela memberi saran serupa. Gaya hijab yang paling cocok untuk wajah bulat adalah yang longgar, dan menghindari kain yang membungkus rapat bagian pipi karena bisa membuat wajah terlihat lebih bulat.
Hijab segi empat dengan simpul di leher
Fimela menyarankan memilih hijab segi empat dengan sisa kain diikat di bagian leher. Cara ini memberi kesan dagu yang lebih tegas dan tidak menambah volume di pipi. Praktiknya sederhana. Lipat hijab menjadi segitiga, letakkan di kepala dengan ujung depan agak turun, tarik kedua sisi ke bawah dagu, lalu ikat sisa kainnya di leher atau di bawah telinga dengan longgar.
Pastikan ikatannya tidak terlalu tinggi dan tidak menekan pipi. Rapikan dengan jarum pentul kecil di dekat telinga kalau perlu, dan biarkan sisa kain jatuh dengan wajar. Hasilnya terlihat rapi tanpa membuat wajah tampak lebih lebar.
Gaya berlapis dan sisakan ruang di dahi
Hijab berlapis memberi dimensi dan memecah garis wajah yang bulat. Fimela juga menyarankan menyisakan ruang di bagian atas atau di sekitar dahi supaya wajah terlihat lebih panjang. Itu berarti jangan menarik hijab terlalu rendah ke dahi, dan jangan terlalu menekan bagian atas kepala.
Kalau kamu suka pashmina, lilitkan dengan longgar dan biarkan ujungnya jatuh ke depan atau ke belakang. Hindari menarik kain sampai menutupi pipi dengan rapat, karena itu mengurangi kesan oval yang ingin kamu dapatkan.
Ciput: jangan menutup dahi
Ini detail kecil yang sering terlupakan. Tirto menyarankan agar kamu menghindari menutup dahi dan memakai ciput hingga batas rambut. Fimela juga mengingatkan agar ciput tidak ditarik terlalu ke depan sampai menutupi dahi.
Pilih ciput yang pas di kepala dan berwarna menyatu dengan kulit. Cara memilih ciput yang nyaman dan jenis-jenisnya dibahas di artikel inner hijab dan ciput.
Bahan: jatuh dan tidak terlalu tebal
Sumber-sumber di internet tidak sepenuhnya sepakat soal bahan, jadi anggap ini pedoman umum, bukan aturan. Pilih bahan yang jatuh dengan rapi dan tidak menggembung di sekitar pipi. Bahan yang terlalu kaku dan tebal bisa menambah volume, sedangkan bahan yang terlalu licin sulit diatur.
Voal, paris, atau polycotton tipis biasanya mudah dibentuk tanpa menambah volume. Karakter tiap bahan dibahas di artikel jenis bahan hijab, jadi kamu bisa memilih yang cocok dengan kenyamananmu.
Motif: tidak ada aturan baku
Soal motif, tidak ada aturan yang pasti. Motif kecil atau abstrak biasanya terasa lebih tenang di wajah. Motif besar dan ramai di dekat wajah bisa menarik perhatian ke area pipi. Tapi kalau kamu menyukai motif besar, tidak ada yang melarang. Coba dulu dan lihat di foto, karena foto sering lebih jujur daripada cermin.
Kalau kamu ragu, padukan motif dengan bagian yang tidak langsung berada di wajah. Misalnya, pilih hijab polos untuk bagian depan dan biarkan motif muncul di sisa kain yang jatuh ke bahu.
Warna yang membantu
Warna gelap dan pekat sering membuat wajah terlihat lebih tegas, sementara warna sangat terang bisa terlihat lebih melebar. Tapi warna paling penting adalah yang cocok dengan undertone kulitmu. Kalau kulitmu sawo matang, baca panduan warna hijab untuk kulit sawo matang supaya warna dan bentuk saling mendukung.
Jangan terpaku pada warna gelap saja. Warna sedang seperti olive, navy, atau maroon sering lebih fleksibel dan tidak membuat tampilan terlalu berat.
Kesalahan yang sering terjadi
Kesalahan pertama adalah menarik hijab terlalu rapat di pipi demi terlihat rapi. Kesalahan kedua adalah menutup dahi terlalu rendah dengan ciput atau hijab. Kesalahan ketiga adalah memakai bahan yang terlalu tebal dan menggembung di bagian wajah. Kesalahan keempat adalah memaksakan gaya yang tidak nyaman hanya karena terlihat bagus di foto orang lain.
Kenyamanan tetap prioritas. Hijab yang membuat kamu menarik-narik kain seharian bukan hijab yang cocok, apa pun bentuk wajahmu.
Mencoba di rumah dengan cermin dan kamera
Cara terbaik menemukan gaya yang cocok adalah mencoba beberapa gaya di rumah. Siapkan cermin besar dan kamera HP, lalu foto setiap gaya dari depan dan samping. Bandingkan hasilnya. Kadang gaya yang terlihat biasa di cermin ternyata bagus di foto, dan sebaliknya.
Beri waktu dua atau tiga hari untuk mencoba tiap gaya dalam kegiatan nyata, bukan hanya di depan cermin. Dari situ kamu tahu mana yang praktis dan mana yang cuma terlihat cantik sebentar.
Contoh gaya untuk kegiatan sehari-hari
Untuk ke kantor atau kuliah, pakai hijab segi empat berbahan voal atau polycotton dengan lipatan segitiga, tarik sisi kanan dan kiri dengan longgar, lalu ikat sisa kain di leher. Hasilnya rapi, praktis, dan tidak butuh banyak peniti. Cocok dipakai delapan jam tanpa harus dibetulkan.
Untuk acara santai atau kumpul keluarga, pashmina berbahan lembut dengan lilitan longgar terasa lebih santai. Biarkan satu ujung jatuh ke depan supaya ada garis vertikal yang menyeimbangkan pipi. Untuk acara formal seperti kondangan, hijab satin atau chiffon dengan layer tipis memberi kesan elegan, asal diberi peniti dan ciput yang menahan supaya tidak bergeser.
Hijab instan dan bergo untuk wajah bulat
Hijab instan atau bergo sangat praktis, tapi sebagian modelnya dibuat pas di sekitar wajah. Untuk wajah bulat, cari yang bukaan wajahnya cukup lebar dan tidak menarik pipi. Perhatikan juga apakah bagian dalamnya terlalu menekan pipi saat dipakai lama.
Kalau kamu sudah punya bergo yang terasa ketat, coba longgarkan atau pakai ciput yang lebih tipis supaya tidak menambah tekanan. Kalau memungkinkan, cobalah beberapa model sebelum membeli beberapa warna sekaligus. Satu model yang cocok lebih berguna daripada banyak model yang kurang pas.
Kacamata dan hijab
Banyak orang berwajah bulat juga memakai kacamata, dan kombinasi keduanya perlu diperhatikan. Bingkai kacamata bisa menambah garis di wajah, jadi pilih bingkai yang tidak terlalu bulat. Bingkai dengan sudut yang sedikit tegas biasanya memberi keseimbangan pada wajah bulat.
Soal hijab, pastikan tepinya tidak menimpa gagang kacamata dengan keras karena bisa membuat telinga sakit dan hijab terdorong. Beri sedikit ruang di sekitar telinga atau pakai peniti kecil untuk merapikan.
Aksesoris: bros dan jarum pentul
Aksesoris kecil bisa mengubah tampilan hijab dengan sangat berarti. Peniti atau bros kecil yang dipasang di bagian samping dekat telinga membantu merapikan lipatan tanpa menambah volume. Hindari bros besar di bagian dagu atau pipi karena akan menarik perhatian ke area yang lebih lebar.
Pilih jarum pentul yang halus dan kuat supaya tidak melubangi bahan tipis. Kalau kamu tidak suka memakai peniti, pilih hijab yang tidak licin sehingga lebih mudah bertahan tanpa banyak penjepit. Pembahasan bahan ada di artikel jenis bahan hijab.
Mengubah gaya secara bertahap
Kalau kamu sudah lama memakai satu gaya, mengubah semuanya sekaligus bisa terasa canggung. Mulailah dari satu perubahan kecil, misalnya melonggarkan tarikan di pipi atau menyisakan ruang di dahi. Pakai gaya itu selama beberapa hari, lalu tambahkan perubahan berikutnya kalau kamu merasa nyaman.
Minta pendapat orang yang jujur, tapi jangan sampai pendapat orang lain mengalahkan perasaanmu sendiri. Kalau kamu merasa lebih percaya diri dengan gaya lama, tidak ada alasan untuk menggantinya. Tips di artikel ini adalah pilihan, bukan kewajiban, dan hijab yang kamu pakai dengan senang hati selalu lebih indah.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah wajah bulat harus selalu memakai hijab longgar?
Tidak harus, tapi hijab longgar atau berlapis umumnya terasa lebih membingkai wajah bulat dibanding hijab yang sangat rapat.
Motif apa yang paling cocok?
Tidak ada aturan baku. Motif kecil atau abstrak biasanya terasa tenang, tapi pilih yang kamu sukai.
Apakah ciput berpengaruh pada tampilan wajah?
Ya. Ciput yang menutup dahi bisa membuat wajah terlihat lebih bulat, jadi pilih yang berhenti di batas rambut.
Cara mencoba sendiri
Pilih satu model dari artikel ini, pakai di depan cermin dengan cahaya jendela, lalu foto dari depan dan samping. Kalau wajah terlihat lebih seimbang dan hijab tidak perlu dibetulkan tiap jam, pertahankan model itu. Kalau tidak, ganti satu hal saja, misalnya lilitan atau motifnya, lalu coba lagi.
Lihat pilihan hijab di kategori Hijab dan Khimar.