
Daftar isi
- Kenapa mukena umroh harus dipilih khusus
- Bahan: ringan, cepat kering, dan nyaman
- Pertimbangkan cuaca di sana
- Berapa mukena yang sebaiknya dibawa
- Terusan atau dua potong untuk umroh
- Ukuran dan panjang
- Warna yang praktis
- Mencuci mukena di hotel
- Mencoba di rumah sebelum berangkat
- Sajadah dan perlengkapan pendamping
- Mukena di pesawat dan bandara
- Menyimpan mukena di tas kecil sepanjang hari
- Merawat mukena setelah pulang
- Menyesuaikan dengan anggaran
- Kesalahan yang sering terjadi saat memilih mukena umroh
- Pertanyaan yang sering muncul
- Satu saran terakhir
Mukena travel terbaik untuk umroh adalah yang ringan, cepat kering, tidak gampang kusut, dan tetap nyaman di cuaca panas. Parasut, spandek, dan polyester ringan memenuhi tiga syarat pertama, sementara katun Jepang atau rayon tipis lebih adem. Bawa dua set supaya satu bisa dicuci dan dijemur.
Selama umroh, mukena kamu pakai berkali-kali dalam sehari, di tempat yang berbeda, dalam kondisi lelah dan sering berkeringat. Ia juga harus muat di koper atau tas kecil, dan harus bisa dicuci cepat di hotel. Karena itu, kriteria memilihnya berbeda dari mukena untuk di rumah.
Kenapa mukena umroh harus dipilih khusus
Umroh menuntut perlengkapan yang berbeda dari kebutuhan di rumah. Kamu berjalan jauh, berpindah antara hotel dan masjid, dan sering salat di tempat terbuka. Mukena yang berat akan memberatkan tas, dan mukena yang gampang kusut akan terlihat berantakan setelah dikeluarkan dari koper.
Kalau kamu ingin pembanding yang lebih umum, baca dulu panduan memilih mukena untuk di rumah dan bepergian. Di sini kita fokus pada kebutuhan khusus umroh, seperti cuaca panas, bagasi, dan mencuci di hotel.
Bahan: ringan, cepat kering, dan nyaman
Good News From Indonesia mencatat beberapa bahan mukena beserta karakternya. Parasut ringan, tidak mudah kusut, dan cepat kering, meski kurang adem dibanding katun atau rayon, sehingga populer untuk traveling. Spandek elastis, ringan, adem, dan praktis dibawa karena mudah dilipat dan tidak gampang kusut. Polyester ringan dan tidak mudah kusut, walau tidak seadem katun.
Untuk yang mengutamakan rasa adem, katun Jepang disebut lembut, adem, menyerap keringat, dan awet, sedangkan wolfis halus, ringan, tidak mudah menerawang, dan tidak terlalu tebal. Pilihan paling seimbang untuk umroh biasanya bahan campuran yang ringan dan tidak tembus pandang, atau parasut berkualitas baik kalau kamu lebih mengutamakan kemudahan perawatan.
Pertimbangkan cuaca di sana
Umroh sering dilakukan di cuaca yang jauh lebih panas dari kampung halaman, dan bahan menentukan seberapa nyaman kamu salat di bawah panas itu. Good Doctor mengingatkan bahwa cuaca Arab Saudi yang lebih panas dapat menyebabkan dehidrasi. Artikel itu membahas haji, tapi peringatan soal panas relevan juga untuk umroh.
Parasut yang tebal bisa terasa panas dipakai lama. Kalau kamu berangkat di musim yang sangat panas, pertimbangkan bahan yang lebih adem dan menyerap keringat, seperti katun Jepang atau rayon tipis. Kalau jadwalmu padat dan kamu lebih peduli kepraktisan, bawa dua jenis dan pakai sesuai situasi.
Berapa mukena yang sebaiknya dibawa
Dua set adalah angka yang aman untuk kebanyakan orang. Satu dipakai, satu dicuci dan dijemur, lalu bergantian. Kalau perjalananmu lebih dari sepuluh hari atau kamu mudah berkeringat, tiga set bisa terasa lebih tenang.
Siapkan pouch untuk setiap set supaya mukena tetap bersih dan bisa dilipat kecil. Soal memilih pouch dan cara melipat yang tidak membuat kusut, lihat panduan memilih mukena untuk di rumah dan bepergian.
Terusan atau dua potong untuk umroh
Model terusan jauh lebih praktis untuk umroh. Kamu hanya perlu satu potong kain, tidak perlu mengikat bawahan, dan lebih cepat dipakai saat waktu salat sudah mepet. Pilih yang punya karet atau tali yang bisa diatur supaya nyaman dipakai lama.
Model dua potong boleh dibawa kalau kamu sudah terbiasa, tapi bawahannya harus punya karet yang kuat supaya tidak melorot saat sujud di tempat yang ramai. Untuk umroh, kepraktisan biasanya lebih penting daripada gaya.
Ukuran dan panjang
Karena kamu akan salat di tempat ramai dan sering berpindah, panjang mukena penting: pastikan bagian bawah tidak terinjak saat berjalan. Cara mengujinya, mulai dari berdiri, rukuk, sujud, sampai tes cahaya dengan senter HP, dijelaskan di panduan memilih mukena untuk di rumah dan bepergian. Untuk umroh, ulangi tes itu dengan pakaian yang akan kamu kenakan di bawah mukena, karena tebal pakaian mengubah kecocokan ukuran.
Kamu bisa menambah lapisan kalau bahannya terlalu tipis, tetapi lebih mudah memilih bahan yang tepat dari awal.
Warna yang praktis
Untuk umroh, warna netral yang tidak terlalu pucat biasanya paling praktis, seperti krem, abu muda, atau lilac. Putih bersih memang cantik, tapi noda dan debu lebih cepat terlihat, apalagi kalau kamu mencuci di hotel dengan fasilitas terbatas.
Warna yang sama untuk dua set mukena juga memudahkan, karena kamu bisa menukar tanpa terlihat berbeda saat berfoto atau bertemu rombongan.
Mencuci mukena di hotel
Mencuci di hotel biasanya dilakukan dengan tangan di wastafel atau kamar mandi. Bawa deterjen cair dalam botol kecil atau sabun sachet. Rendam sebentar, bilas bersih, dan peras dengan lembut tanpa memelintir. Gantung di kamar mandi atau dekat jendela supaya cepat kering.
Bahan yang cepat kering sangat membantu di sini. Kalau mukena belum kering saat harus dipakai, lebih baik menggunakan set cadangan daripada mengenakan yang masih lembap. Jangan melipat atau memasukkan mukena ke pouch dalam keadaan basah karena akan berbau apek.
Mencoba di rumah sebelum berangkat
Jangan menunggu sampai tiba di sana untuk mengetahui apakah mukenamu nyaman. Beberapa minggu sebelum berangkat, pakai mukena itu untuk salat beberapa kali di rumah. Cuci sekali untuk melihat apakah menyusut atau luntur. Lipat dan buka berulang kali untuk melihat apakah mudah kusut.
Hal ini juga menjadi bagian dari persiapan yang lebih luas. Kamu bisa membaca checklist perlengkapan umroh untuk muslimah supaya mukena, sajadah, dan perlengkapan lain dipersiapkan bersamaan.
Sajadah dan perlengkapan pendamping
Mukena jarang dibawa sendirian. Kamu juga akan membawa sajadah lipat, dan keduanya sebaiknya dipilih saling melengkapi supaya tidak memenuhi koper. Panduan memilih sajadah ada di cara memilih sajadah yang nyaman.
Kalau kamu juga menyiapkan Ramadan, mukena yang sama bisa dipakai tarawih. Bahasan khususnya ada di panduan mukena tarawih.
Mukena di pesawat dan bandara
Sebelum sampai ke tujuan, kamu mungkin harus salat di pesawat, bandara, atau transit. Simpan mukena di tas tangan, bukan di koper yang masuk bagasi, supaya bisa dipakai kapan saja. Pilih yang ringkas dan cepat dipakai, karena ruang di bandara biasanya terbatas.
Kalau kamu perlu berganti pakaian sebelum memakainya, pilih mukena terusan yang bisa langsung dikenakan di atas pakaian. Simpan juga sajadah tipis di tas yang sama. Tidak semua tempat salat di bandara bersih atau luas, jadi sajadah lipat sangat membantu.
Menyimpan mukena di tas kecil sepanjang hari
Selama di sana, kamu akan membawa tas kecil seharian. Mukena yang berat akan membuat tas pegal di bahu. Pilih yang paling ringan untuk dibawa harian, dan simpan mukena cadangan di hotel. Masukkan mukena ke pouch supaya tidak tercampur dengan botol minum atau barang lain.
Setiap kali kembali ke hotel, keluarkan mukena dari tas dan angin-anginkan sebentar. Mukena yang disimpan seharian di tas yang lembap akan berbau apek meski bahannya cepat kering. Kebiasaan kecil ini menjaga mukena tetap segar.
Merawat mukena setelah pulang
Setelah pulang, cuci semua mukena dengan lembut dan jemur di tempat teduh. Jangan langsung menyimpannya dalam pouch sebelum benar-benar kering. Kalau kamu merasa bahannya sudah menipis atau melar karena sering dicuci selama perjalanan, pertimbangkan menggantinya sebelum perjalanan berikutnya.
Mukena yang sudah dibawa ke Tanah Suci sering terasa istimewa. Banyak orang menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Kalau kamu ingin menyimpannya, pastikan bersih, kering, dan disimpan di tempat yang tidak lembap supaya tidak berjamur.
Menyesuaikan dengan anggaran
Mukena travel yang bagus tidak harus mahal. Perhatikan bahan, jahitan, dan kemudahan perawatan, bukan hanya merek atau bordir. Lebih baik membeli dua mukena dengan harga wajar yang nyaman daripada satu mukena mahal yang membuatmu enggan mencucinya.
Sisihkan juga anggaran untuk pouch, sajadah lipat, dan perlengkapan lain. Daftar lengkapnya ada di checklist perlengkapan umroh untuk muslimah. Dengan perencanaan, kamu bisa menghindari belanja mendadak dengan harga yang kurang masuk akal.
Kesalahan yang sering terjadi saat memilih mukena umroh
Kesalahan pertama adalah membeli mukena baru seminggu sebelum berangkat tanpa pernah mencobanya. Bisa jadi bahannya gerah, karetnya kekencangan, atau ukurannya tidak pas, dan kamu baru tahu setelah di sana. Kesalahan kedua adalah hanya membawa satu mukena, sehingga kamu terpaksa memakai yang masih lembap atau mencuci di saat tidak tepat.
Kesalahan ketiga adalah memilih mukena yang terlalu tipis hanya karena ringan, lalu menerawang di bawah lampu terang. Kesalahan keempat adalah tidak membawa pouch sehingga mukena kotor dan kusut di dalam tas. Dan kesalahan kelima adalah memilih bahan yang indah tetapi mahal perawatannya, padahal selama umroh kamu butuh sesuatu yang bisa dicuci dan dikeringkan dengan cepat.
Pertanyaan yang sering muncul
Mukena parasut panas untuk umroh?
Bisa terasa panas kalau bahannya tebal dan dipakai lama di cuaca terik. Pilih yang tipis tapi tidak menerawang, atau bawa dua jenis.
Berapa mukena yang ideal?
Dua set untuk kebanyakan orang, tiga kalau perjalanan panjang atau kamu mudah berkeringat.
Apakah mukena bordir cocok untuk umroh?
Bisa, asal bordirnya tipis dan menempel kuat. Selama umroh mukena sering dicuci dan dibawa ke mana-mana, jadi bordir ringan di pinggir saja sudah cukup.
Satu saran terakhir
Kalau harus memilih satu kriteria saja, pilih kenyamanan di cuaca panas dan kemudahan dicuci. Mukena paling cantik pun tidak berguna kalau kamu enggan memakainya karena gerah atau repot dirawat. Siapkan dari sekarang, coba dulu di rumah, dan bawa cadangan.
Lihat rekomendasi lengkap di kategori Perlengkapan Umroh.