
Daftar isi
- Mulai dari mana
- Persiapan fisik dan kesehatan
- Menyusun pola makan sahur dan berbuka
- Persiapan ibadah
- Perlengkapan ibadah yang perlu dicek
- Persiapan keuangan
- Rumah dan lingkungan
- Mengatur waktu dan jadwal harian
- Menyiapkan anak-anak
- Daftar singkat yang bisa kamu salin
- Belajar dari Ramadan sebelumnya
- Menyiapkan pekerjaan dan kegiatan harian
- Belanja bertahap, jangan lapar mata
- Ekspektasi yang realistis
- Pertanyaan yang sering muncul
- Satu saran terakhir
Persiapan Ramadan yang baik mencakup lima hal: fisik dan kesehatan, ibadah, keuangan, rumah dan perlengkapan, serta pakaian. Mulailah sekitar dua bulan sebelumnya supaya kamu bisa menyiapkan semuanya tanpa terburu-buru, karena Ramadan 2027 diperkirakan dimulai sekitar 8 Februari.
Perkiraan itu berasal dari prediksi versi BRIN yang dirangkum Metro TV, yang menyebut 1 Ramadan 1448 H jatuh pada 8 Februari 2027. Tanggal resmi di Indonesia tetap menunggu sidang isbat dari Kementerian Agama. Dari sekarang berarti kamu punya sekitar empat bulan, dan itu waktu yang cukup untuk persiapan yang tenang.
Mulai dari mana
Banyak orang baru bersiap seminggu sebelum Ramadan, lalu merasa kewalahan. Cara yang lebih nyaman adalah membagi persiapan menjadi tiga tahap. Dua sampai tiga bulan sebelumnya, tentukan target ibadah dan anggaran, serta periksa perlengkapan. Satu bulan sebelumnya, belanja kebutuhan dan membersihkan rumah. Satu minggu sebelumnya, atur jadwal tidur dan menu sahur pertama.
Good News From Indonesia merangkum persiapan menuju Ramadan ke dalam lima aspek, yaitu fisik, mental dan emosional, finansial, sosial dan lingkungan, serta spiritual. Pembagian itu menjadi kerangka bagi pembahasan di bawah.
Persiapan fisik dan kesehatan
Puasa menuntut tubuh yang siap. Menurut artikel yang sama, persiapan fisik mencakup menjaga kesehatan, mengatur pola makan dan tidur, misalnya tidur lebih awal supaya mudah bangun sahur, serta berolahraga ringan sesuai kondisi tubuh. Mulailah membiasakan tidur lebih awal beberapa minggu sebelum Ramadan, bukan baru di malam pertama.
NU Online merangkum 11 tips sehat menjalankan puasa. Beberapa di antaranya relevan untuk dipersiapkan dari sekarang. Rutin mengontrol tekanan darah dan gula darah, mengenali tanda hipertensi dan hipoglikemia, serta menyiapkan obat di rumah bagi penderita hipertensi, diabetes, asma, atau PPOK dan mengatur ulang jadwal minumnya selama puasa. Kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu, bicarakan dengan dokter sebelum Ramadan.
Menyusun pola makan sahur dan berbuka
NU Online menyarankan berbuka dengan air putih dan makanan manis dari buah seperti kurma, dan setiap hidangan sebaiknya memuat makanan pokok, lauk, sayur, dan buah. Minum sekitar delapan sampai sepuluh gelas air putih dari berbuka sampai sahur, serta kurangi makanan asin dan berlemak.
Kompas TV memuat imbauan Kemenkes agar memilih karbohidrat kompleks seperti ubi, jagung, atau kacang-kacangan daripada minuman manis, membatasi takjil manis dan gorengan berlebihan karena gula dalam jumlah besar sekaligus bisa memicu lonjakan gula darah, dan menjaga keseimbangan gizi. Latih menu seperti itu sejak sekarang supaya kamu tidak kaget saat Ramadan datang.
Persiapan ibadah
Persiapan spiritual menurut Good News From Indonesia mencakup menambah salat sunah, membaca Al-Qur’an, berzikir, introspeksi diri, dan mempelajari ilmu agama serta amalan sunah. Tidak perlu target yang muluk. Lebih baik target kecil yang konsisten, misalnya membaca beberapa halaman setiap hari mulai sekarang, daripada target besar yang berhenti di minggu kedua.
Kalau kamu masih punya utang puasa dari tahun lalu, sebaiknya diselesaikan sebelum Ramadan berikutnya. Untuk rincian hukumnya, termasuk bagi yang sedang hamil, menyusui, atau berhalangan, tanyakan kepada ustazah atau guru yang kamu percaya. Artikel ini bukan fatwa.
Perlengkapan ibadah yang perlu dicek
Periksa mukena dan sajadahmu sekarang. Apakah bahannya masih nyaman, apakah karetnya masih kuat, dan apakah baunya masih segar? Kalau perlu mengganti, lakukan di bulan-bulan ini, bukan di minggu terakhir ketika stok bahan yang bagus menipis. Panduan memilih mukena untuk tarawih ada di artikel mukena tarawih.
Untuk sajadah, baca cara memilih sajadah yang nyaman, dan untuk merawatnya ada panduan merawat sajadah agar awet dan tetap suci. Siapkan juga inner hijab yang cukup, karena kamu akan sering berkeringat saat tarawih. Panduannya ada di artikel inner hijab dan ciput.
Persiapan keuangan
Good News From Indonesia menyebut persiapan finansial mencakup menyisihkan dana untuk zakat dan sedekah, serta mengatur anggaran untuk belanja sahur dan berbuka, acara buka bersama, dan takjil. Buat anggaran Ramadan tersendiri, dan pisahkan dari anggaran bulanan biasa.
Jangan lupa memasukkan anggaran pakaian Lebaran. Banyak orang baru memikirkannya di pertengahan Ramadan, ketika stok dan ukuran sudah menipis. Kalau kamu mau memulai lebih awal, baca panduan memilih gamis Lebaran dan panduan seragam Lebaran keluarga.
Rumah dan lingkungan
Membersihkan rumah bersama keluarga adalah salah satu persiapan yang disebut dalam lima aspek tadi. Mulai dari merapikan lemari, mencuci mukena dan sajadah, sampai menata ruang salat di rumah supaya nyaman dipakai tarawih atau tadarus. Lakukan sedikit demi sedikit dalam beberapa minggu, bukan semuanya sehari sebelum Ramadan.
Siapkan juga ruang untuk kegiatan keluarga seperti sahur bersama dan buka bersama. Kalau rumahmu kecil, tidak perlu mewah. Cukup bersih dan nyaman. Dan jangan lupa silaturahmi serta saling memaafkan sebelum Ramadan, karena itu bagian dari persiapan sosial yang disebut di atas.
Mengatur waktu dan jadwal harian
Ramadan mengubah ritme hari. Bangun sahur, bekerja atau beraktivitas dalam keadaan berpuasa, berbuka, tarawih, dan tidur lebih singkat. Mulailah mencoba jadwal itu sebelum Ramadan, terutama jam tidur. Kalau kamu bekerja, bicarakan dengan atasan atau tim soal pengaturan jam kerja jika memungkinkan.
Buat jadwal mingguan sederhana yang mencakup waktu membaca Al-Qur’an, waktu masak, waktu istirahat, dan waktu bersama keluarga. Jadwal yang realistis lebih berguna daripada jadwal ideal yang sulit diikuti. Kamu juga bisa memakai kalender ibadah untuk memantau tanggal Hijriah dan jadwal puasa sunah.
Menyiapkan anak-anak
Kalau kamu punya anak, libatkan mereka dalam persiapan. Ajak anak membantu membersihkan ruang salat, memilih mukena atau sajadah, dan membuat jadwal sederhana. Anak yang ikut menyiapkan biasanya lebih bersemangat menjalani Ramadan.
Untuk anak yang baru belajar puasa, mulai bertahap sesuai kemampuan mereka dan tanyakan kepada dokter anak kalau kamu khawatir soal kesehatannya. Dukung dengan menu sahur yang bergizi dan suasana yang menyenangkan, bukan tekanan.
Daftar singkat yang bisa kamu salin
Untuk memudahkan, ringkas persiapanmu dalam kalimat-kalimat pendek. Tentukan target ibadah harian yang kecil. Mulai tidur lebih awal. Periksa kesehatan dan obat. Cek mukena, sajadah, dan inner. Susun anggaran Ramadan dan Lebaran. Bersihkan rumah sedikit demi sedikit. Rencanakan menu sahur dan berbuka. Dan selesaikan urusan yang tertunda sebelum Ramadan.
Kalau kamu menyalin kalimat-kalimat itu ke catatan HP dan mencentangnya satu per satu setiap minggu, persiapanmu akan terasa jauh lebih ringan.
Belajar dari Ramadan sebelumnya
Cara termudah menyusun persiapan yang realistis adalah menengok Ramadan tahun lalu. Apa yang berjalan baik, dan apa yang membuatmu kewalahan? Mungkin kamu terlalu banyak belanja takjil, terlalu sering begadang sampai kelelahan, atau targetmu membaca Al-Qur’an terlalu tinggi. Catat tiga hal yang ingin kamu pertahankan dan tiga hal yang ingin kamu ubah.
Dengan catatan itu, persiapanmu jadi lebih personal dan tidak sekadar mengikuti daftar umum. Ramadan setiap orang berbeda, tergantung pekerjaan, keluarga, dan kondisi kesehatan. Persiapan terbaik adalah yang cocok untuk hidupmu, bukan hidup orang lain.
Menyiapkan pekerjaan dan kegiatan harian
Kalau kamu bekerja atau kuliah, pikirkan bagaimana ritme harimu akan berubah. Bicarakan dengan atasan atau tim jika ada hal yang perlu disesuaikan, misalnya rapat penting yang sebaiknya dijadwalkan pagi, ketika energi masih penuh. Rapikan pekerjaan yang menumpuk sebelum Ramadan supaya kamu tidak kelelahan di minggu-minggu awal.
Untuk ibu rumah tangga, pertimbangkan membagi tugas rumah dengan keluarga. Ramadan bukan hanya soal puasa, tetapi juga soal menjaga energi untuk ibadah. Kalau pekerjaan rumah bisa dibagi, kamu punya lebih banyak tenaga dan waktu tenang.
Belanja bertahap, jangan lapar mata
Imbauan Kemenkes tentang membatasi takjil manis dan gorengan juga berlaku saat belanja. Jangan membeli segala yang terlihat lezat di pasar. Buat daftar belanja berdasarkan menu sahur dan berbuka yang sudah direncanakan, lalu belanja bertahap setiap beberapa hari supaya bahan segar dan tidak terbuang.
Anggaran yang sudah disiapkan sebelumnya akan membantumu menahan godaan. Sisihkan juga porsi untuk berbagi, karena Ramadan adalah bulan berbagi. Berbagi tidak harus besar. Satu porsi takjil untuk tetangga atau satu paket kebutuhan pokok sudah berarti.
Ekspektasi yang realistis
Ramadan bukan perlombaan. Ada hari-hari ketika kamu lelah, kurang tidur, atau tidak sempat membaca sebanyak targetmu. Itu wajar. Persiapan mental terbaik adalah memberi ruang pada diri sendiri untuk tidak sempurna, sambil tetap berusaha konsisten.
Mulailah dengan target kecil yang bisa dicapai, lalu tambah kalau kamu merasa mampu. Rasa lelah dan rasa bersalah tidak membantu ibadahmu. Yang membantu adalah niat yang tulus, tubuh yang cukup istirahat, dan kebiasaan kecil yang kamu jaga dari hari ke hari.
Pertanyaan yang sering muncul
Kapan sebaiknya mulai bersiap?
Sekitar dua bulan sebelum Ramadan. Itu cukup untuk membangun kebiasaan baru tanpa merasa terburu-buru.
Bagaimana kalau punya penyakit tertentu?
Bicarakan dengan dokter sebelum Ramadan, dan ikuti saran soal obat dan pola makan. Panduan umum tidak menggantikan nasihat dokter.
Apakah perlu membeli mukena baru untuk Ramadan?
Tidak wajib. Coba dulu mukena lamamu. Kalau masih nyaman dan tidak menerawang, cukup siapkan satu cadangan.
Satu saran terakhir
Persiapan terbaik adalah yang kamu mulai sekarang dan lakukan sedikit demi sedikit. Pilih dua atau tiga hal paling penting, mulailah minggu ini, dan tambahkan seiring waktu. Dengan begitu, saat Ramadan tiba, kamu bisa fokus beribadah, bukan sibuk menyiapkan banyak hal sekaligus.
Lihat perlengkapan ibadah lainnya di kategori Mukena dan Sajadah dan Ibadah.